Berita Terbaru
BAZNAS Indonesia Mendukung Upaya Pemulihan Sumatra Melalui Penyaluran Sedekah dari BAZNAS Demak
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) telah mengfasilitasi penyaluran sedekah kemanusiaan dengan total nilai Rp 342 juta dari BAZNAS Kabupaten Demak untuk membantu proses pemulihan masyarakat terdampak banjir di wilayah Sumatra dan Aceh. Penyerahan sedekah dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dihadiri oleh perwakilan pimpinan BAZNAS RI dan jajaran BAZNAS Kabupaten Demak. Sedekah ini berasal dari hasil gotong-royong masyarakat Demak termasuk dukungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan organisasi kemasyarakatan setempat. Melalui keterlibatan BAZNAS RI dalam memfasilitasi sedekah tersebut, amanah ini dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran sesuai prinsip pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dijalankan BAZNAS. Dana yang terkumpul diarahkan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal. Sinergi antara unit BAZNAS di tingkat pusat dan daerah memperkuat kapasitas lembaga dalam memberikan solusi kemanusiaan yang berkelanjutan. Upaya ini mencerminkan kepedulian lintas komunitas terhadap saudara-saudara yang mengalami dampak bencana, serta peran BAZNAS RI sebagai lembaga yang konsisten memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Sumber: BAZNAS RI, "Bantu Pulihkan Sumatra, BAZNAS Demak Salurkan Sedekah Rp342 Juta melalui BAZNAS RI", dipublikasikan 28 Januari 2026.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS Tanggamus dan Pekon Sukarame Bersinergi Berikan Bantuan Rehab Rumah untuk Keluarga Ibu Aisah
Kepedulian dan kebersamaan kembali hadir di tengah masyarakat Pekon Sukarame, Kecamatan Talang Padang. Pada hari ini, 11 Desember 2025, BAZNAS Kabupaten Tanggamus bersama Pemerintah Pekon Sukarame menyalurkan bantuan rehab rumah untuk keluarga Ibu Aisah dan Bapak Saimin, warga Desa Paneongan yang sejak lama tinggal di rumah tidak layak huni.
Ibu Aisah, seorang ibu rumah tangga yang berjuang membantu ekonomi keluarga melalui usaha kecil pembuatan keripik pisang, hidup berdampingan dengan suaminya, Bapak Saimin, seorang buruh serabutan yang bekerja apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup. Mereka memiliki tiga anak kecil yang membutuhkan tempat tinggal aman, layak, dan nyaman untuk tumbuh.
Rumah yang telah lama mereka tinggali kini sudah rapuh, lembab, dan tak lagi memenuhi standar kelayakan. Melihat kondisi itu, BAZNAS Tanggamus dan Pekon Sukarame berkolaborasi untuk menghadirkan bantuan yang bukan hanya berupa bangunan baru, tetapi juga harapan dan kekuatan baru bagi keluarga kecil ini. Dalam kegiatan penyerahan bantuan hari ini, BAZNAS didampingi oleh Kepala Pekon Sukarame, Bapak Yuda Perdana, beserta aparatur pekon yang turut memberikan dukungan penuh.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tanggamus, Bapak Ibnu Nizar, menyampaikan pesan yang sarat makna dan menyentuh hati:
“Rumah ibu Aisah yang sudah tidak layak huni dibongkar untuk dibangun kembali. Rumah tinggal bukan sekedar untuk berteduh secara lahir tapi juga merupakan tempat kediaman untuk saling menguatkan penghuninya secara batiniah sehingga menjadi tempat teduh yang paling nyaman bagi keluarga. Terima kasih kepada para muzakki yang sudah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Membantu yang lemah hakikatnya memperkuat yang kuat. Bantuan yang kita berikan bukan sekadar anugerah, tetapi harga yang harus kita bayar untuk kerja sama yang saling menguntungkan.”
Harapan besar tersemat agar pembangunan rumah bagi keluarga Ibu Aisah dapat berjalan lancar, cepat selesai, dan segera bisa ditempati. Sebuah rumah baru bukan hanya menyediakan atap untuk berteduh, tetapi juga ruang yang aman bagi anak-anak mereka untuk tumbuh dengan penuh kasih sayang.
BAZNAS Tanggamus juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat setempat yang telah bergotong-royong membantu proses pembongkaran dan pembangunan rumah tersebut. Kebersamaan warga menjadi bukti bahwa nilai kepedulian masih menjadi fondasi kuat di tengah kehidupan sosial.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para ASN dan muzakki yang terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tanggamus. Dukungan inilah yang memungkinkan program-program kemanusiaan terus hadir dan memberi manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Semoga rumah baru ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Ibu Aisah—rumah yang memberi perlindungan, kenyamanan, dan harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah.
BERITA11/12/2025 | Humas
Ketua MPR RI Serahkan Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Erupsi Lewotobi Melalui BAZNAS
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani, memberikan bantuan sebesar Rp250 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mendukung pemulihan pascabencana erupsi Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan simbolis bantuan tersebut dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Senin (25/11/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi H. Ahmad Muzani yang secara konsisten menyalurkan bantuan untuk berbagai bencana.
"Ini adalah kali kegita Bapak Ahmad Muzani memberikan sumbangan kepada BAZNAS. Sebelumnya, beliau telah membantu korban bencana di Palestina dan Sumatera Barat. Alhamdulilah, kali ini beliau kembali hadir untuk membantu korban bencana di NTT," ucap Kiai Noor.
Donasi tersebut menurut Kiai Noor, akan disalurkan melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), yang telah berpengalaman dalam membantu penanganan bencana di Indonesia maupun luar negeri.
Selain itu, BAZNAS berencana menggunakan dana yang terkumpul untuk membangun kembali fasilitas umum, seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit, serta menyediakan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana di Lewotobi.
Menurut Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan keyakinannya terhadap peran BAZNAS, sebagai lembaga terpercaya dalam mengelola dana bantuan masyarakat.
"Gotong royong dan saling membantu adalah tradisi bangsa kita. BAZNAS telah menjadi jembatan yang terpercaya untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan," pungkasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut membantu korban bencana melalui BAZNAS, dengan menekankan pentingnya tradisi gotong royong.
"Semua bantuan yang kami berikan bersumber dari hasil penjualan sapi. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat bahwa sapi memiliki nilai yang tinggi, dan melalui BAZNAS, hasil tersebut dapat disalurkan menjadi amal yang bermanfaat. Kami percaya BAZNAS adalah lembaga yang amanah, sehingga kita semua dapat menitipkan amal terbaik untuk membantu mereka yang membutuhkan," ucap Ahmad Muzani.
Melalui aksi ini, BAZNAS resmi membuka penggalangan dana untuk korban erupsi Gunung Lewotobi. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk berkontribusi membantu saudara-saudara yang terdampak bencana.
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS Tingkatkan Usaha Kelompok Mentari Pagi Darussyifa
Di Desa Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, terdapat sebuah kelompok petani yang tumbuh dan berkembang berkat dukungan berbagai pihak, termasuk BAZNAS. Kelompok tersebut adalah Kelompok Mentari Pagi Darussyifa, yang kini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sebuah usaha bisa berkembang pesat dengan bantuan yang tepat.
Kelompok ini mengandalkan hasil pertanian jagung pipil sebagai produk utama yang mereka kirimkan ke berbagai industri, salah satunya adalah industri pakan ternak. Setiap kali panen, kelompok ini mengirimkan jagung berkualitas tinggi yang telah diproses dengan kadar air 15-17% untuk memenuhi standar yang dibutuhkan industri pakan. Pada kiriman terbaru mereka, sebanyak 2.016 kg jagung pipil berhasil dijual dengan harga Rp4.800 per kg, menghasilkan omzet sebesar Rp9.676.800.
"Jagung yang kami hasilkan sangat dihargai oleh industri pakan, dan ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama kami. Kami berusaha menjaga kualitas agar dapat bersaing di pasar," ujar Dedi, salah satu anggota Kelompok Mentari Pagi Darussyifa.
Namun, perjalanan kelompok ini untuk mencapai titik ini tidaklah mudah. Awalnya, banyak kendala yang mereka hadapi, seperti keterbatasan modal, akses pasar, dan pengetahuan tentang cara-cara pertanian yang lebih efisien. BAZNAS hadir untuk membantu mengatasi hambatan-hambatan ini melalui program-program pemberdayaan yang telah terbukti memberikan dampak positif bagi banyak mustahik.
BAZNAS membantu kelompok ini dengan memberikan pelatihan, penyuluhan tentang cara-cara bertani yang lebih produktif, serta akses pembiayaan yang lebih mudah. Tak hanya itu, BAZNAS juga berperan dalam memfasilitasi kelompok ini untuk mengakses pasar yang lebih luas dan menghubungkan mereka dengan industri yang membutuhkan produk mereka.
Dengan adanya dukungan dari BAZNAS, Kelompok Mentari Pagi Darussyifa berhasil mengembangkan usaha mereka dan meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka. Kini, jagung yang mereka hasilkan tidak hanya mencukupi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga mulai menyasar pasar yang lebih luas, berkat sistem pemasaran yang lebih terstruktur.
"Saya merasa sangat terbantu dengan adanya program-program dari BAZNAS. Dengan bantuan mereka, kami bisa lebih fokus mengembangkan usaha tanpa harus terbebani masalah modal atau pengetahuan," kata Dedi dengan penuh rasa syukur.
Cerita ini merupakan salah satu contoh nyata dari peran BAZNAS dalam membantu mustahik untuk keluar dari kemiskinan dengan cara yang mandiri dan berkelanjutan. Dukungan BAZNAS tidak hanya bersifat materi, tetapi juga mencakup pemberdayaan yang mengarah pada kemandirian ekonomi jangka panjang bagi mustahik. Dengan adanya program-program seperti ini, banyak mustahik yang mampu meningkatkan kualitas hidup mereka dan mengubah nasib keluarga mereka.
Di tengah tantangan ekonomi global, peran lembaga filantropi seperti BAZNAS menjadi semakin penting. Melalui kolaborasi antara mustahik dan lembaga seperti BAZNAS, usaha-usaha kecil dan menengah dapat berkembang dengan baik, menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Seperti halnya Kelompok Mentari Pagi Darussyifa yang kini menjadi pilar penting dalam penyediaan bahan baku pakan ternak berkualitas, bukti bahwa dengan bantuan yang tepat, usaha kecil dapat bertransformasi menjadi usaha besar yang membawa dampak positif bagi banyak orang.
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS Dukung Pelatihan Mekanik, Bantu Mustahik Raih Kemandirian
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan umat Islam melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah fasilitasi pelatihan keterampilan bagi para mustahik (penerima zakat) agar memiliki kemampuan yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Salah satu pelatihan yang sejalan dengan misi ini adalah program Z-Auto di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari, yang membekali peserta dengan keterampilan mekanik otomotif berbasis teknologi terkini.
Pelatihan Z-Auto di BPVP Kendari mengajarkan para peserta tentang kelistrikan motor matic modern serta penggunaan alat scanner digital untuk diagnosis kendaraan secara akurat. Dengan disiplin kerja dan pemahaman teknologi canggih, para peserta yang mayoritas berasal dari kalangan dhuafa dan kurang mampu ini memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di dunia kerja. BAZNAS melihat program ini sebagai langkah strategis dalam memberikan solusi jangka panjang bagi mustahik agar tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu mandiri secara ekonomi.
Sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, BAZNAS terus berupaya mengarahkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ke sektor-sektor produktif yang dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat. Program pelatihan seperti Z-Auto menjadi contoh nyata bagaimana zakat dapat dimanfaatkan untuk membangun keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan keterampilan yang diperoleh, mustahik dapat bekerja di bengkel profesional atau bahkan membuka usaha sendiri, sehingga mereka dapat bertransformasi menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan.
Melalui program-program seperti ini, BAZNAS mengajak seluruh umat Islam untuk lebih aktif menyalurkan zakat demi memperkuat kesejahteraan umat. Dengan sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, dan dunia industri, mustahik dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Ke depan, BAZNAS akan terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi agar lebih banyak masyarakat yang terbantu dan mampu hidup mandiri.
Kontributor: Raeihan Ramadhan
Editor: nov
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS Hadirkan Solusi Kesehatan untuk Mustahik Melalui RSB Kabupaten Cirebon
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat nyata bagi mustahik. Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kabupaten Cirebon, yang baru beroperasi pada Maret 2024, kini diakui sebagai solusi layanan Kesehatan yang sangat membantu masyarakat sekitar.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA, menyampaikan apresiasinya terhadap peran RSB ini.
“Alhamdulillah, tentunya kami sangat mengapresiasi atas pelayanan RSB Kabupaten Cirebon atas upayanya dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi mustahik, terutama di Kawasan pesantren,” ujar Saidah melalui keterangan tertulis, Sabtu (7/12/2024).
Lebih lanjut, menurut Saidah, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola oleh BAZNAS dengan Amanah mampu memberikan dampak yang besar. Baik itu dalam pelayanan medis maupun peningkatan kualitas hidup mustahik.
Saidah juga menyoroti pencapaian RSB yang telah mendapatkan akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Mudah-mudahan RSB Cirebon dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi mustahik. Bahkan kami juga ingin menyampaikan apresiasi karena RSB Kabupaten Cirebon telah mendapat akreditasi Paripurna dari Kemenkes RI. Ini sebuah pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Cirebon, KH Ahmad Zaeni Dahlan, menyampaikan bahwa sejak awal didirikan, RSB telah memberikan banyak manfaat.
“Iya, RSB Kabupaten Cirebon ini merupakan RSB pertama yang didirikan di area pondok pesantren. Namun banyak juga masyarakat sekitar, terutama dari Desa Kempek, yang mendapat manfaat dari hadirnya RSB ini,” jelasnya, Sabtu (7/12/2024).
Karena itu, Ahmad Zaeni berharap RSB dapat terus berkembang hingga menjadi Rumah Sakit Pendidikan di masa depan.
“Semoga ke depan mampu menjadi Rumah Sakit agar lebih banyak masyarakat yang mendapat manfaat dengan adanya RSB Kabupaten Cirebon ini,” ujarnya.
Salah satu mustahik, Zahroh (62), yang merupakan warga Desa Kempek, merasakan langsung manfaat dari layanan RSB ini.
“Sejak pertama dibuka, saya sudah ke sini sampai sekarang hamper dua kali dalam sebulan. Keluarga saya juga sering berobat ke sini, termasuk suami, anak, dan cucu,” ungkap Zahroh.
Dengan kehadiran RSB ini, BAZNAS berupaya untuk mewujudkan kesejahteraan mustahik melalui program kesehatan. Diharapkan, RSB Kabupaten Cirebon dapat terus berkontribusi memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.
BERITA15/02/2025 | Humas
Pakan Berkualitas, Kunci Sukses Banjarjo Farm dengan Dukungan BAZNAS
Di Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Banjarjo Farm menjadi contoh sukses penerapan peternakan terpadu. Melalui program pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi oleh BAZNAS, kelompok ini berhasil meningkatkan produktivitas ternak sekaligus mendukung keberlanjutan pertanian lokal.
Mustahik yang tergabung dalam Banjarjo Farm memanfaatkan pakan domba berkualitas hasil pendampingan teknis dari Badan Amil Zakat Nasional.
Selain itu, mereka juga didorong untuk mengembangkan rumah kompos inovatif.
Salah satu anggota Banjarjo Farm, Sugiarto, mengungkapkan, "Dulu kami hanya mengandalkan pakan seadanya, tapi sekarang kami diajari cara membuat pakan fermentasi yang lebih bergizi. Hasilnya, pertumbuhan ternak kami jauh lebih baik," ujar dia di Pacitan, Jawa Timur, baru-baru ini.
Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI, Dr. Imdadun Rahmat, menjelaskan urgensi aspek keberlanjutan dalam program ini.
"BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan yang menyeluruh, mulai dari pengelolaan ternak hingga pemanfaatan limbah untuk kompos," ujar dia.
Dengan begitu, lanjut dia, mustahik dapat menjalankan usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Program ini tak hanya berdampak pada peningkatan hasil ternak, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi para peternak.
Sugiarto menyampaikan terima kasih pada BAZNAS.
"Sekarang kami bisa menjual pakan fermentasi dan kompos ke petani lain. Ini menjadi tambahan pendapatan bagi keluarga kami," ujar dia.
Melalui Banjarjo Farm, BAZNAS membuktikan komitmen dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat mustahik. Dengan dukungan yang berkelanjutan, program ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan berbasis zakat mampu mengubah kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan.
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Distribusikan 1.710 Paket ZChicken bagi Penyintas Kebakaran di Kemayoran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 1.710 paket ZChicken kepada penyintas kebakaran di wilayah Kemayoran Gempol, RT 002/005, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2024).
Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan MA menyatakan bahwa BAZNAS telah mendistribusikan nasi ayam goreng krispi ZChicken sebagai bentuk sajian bergizi bagi para korban kebakaran di Kemayoran.
"Bantuan ini merupakan upaya kami untuk membantu memenuhi asupan gizi masyarakat penyintas kebakaran," ujar Saidah dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta.
Menurut Saidah, paket makanan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban mereka dalam situasi yang sulit ini.
“Bantuan yang diberikan ini sangat multimanfaat, karena banyak pihak yang mendapatkan manfaatnya. Selain penyintas kebakaran yang menerima bantuan makanan siap saji, manfaatnya juga dirasakan oleh para mustahik binaan BAZNAS yang mendapat dukungan dari program ZChicken,” kata Saidah.
Saidah menyatakan bahwa BAZNAS akan terus berupaya memberikan bantuan yang diperlukan oleh penyintas kebakaran di Kemayoran.
"Saat ini, BAZNAS juga bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan menyeluruh di posko pengungsian. Pendataan ini penting untuk memastikan bahwa seluruh bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan para korban," jelasnya.
Selain distribusi makanan, lanjut Saidah, BAZNAS juga melakukan proses verifikasi untuk memberikan bantuan sewa hunian sementara kepada penyintas yang membutuhkan.
"Langkah ini diambil agar para korban kebakaran dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan," tuturnya.
BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam situasi darurat seperti ini.
"Semoga langkah ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para penyintas dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbuat kebaikan," ucapnya.
BERITA15/02/2025 | Humas
Dihadiri 5000 Peserta, BAZNAS RI Gelar Apel Kesiapsiagaan dan Rakornas BTB-RSB 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan menyelenggarakan Apel Kesiapsiagaan dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) 2024 di Semarang pada tanggal 13-14 Desember 2024.
Apel kesiapsiagaan yang akan dihadiri oleh 5000 peserta ini rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri, serta Pimpinan BAZNAS seluruh Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., dalam konferensi pers di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/12/2024). Hadir secara virtual Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., Waka 4 BAZNAS Provinsi Jawa Tengah H. Sholahuddin Aly SH., Deputi 2 BAZNAS RI Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri.
"Insya Allah besok kita akan menyelenggarakan Apel Kesiapsiagaan yang akan diikuti oleh 5000 personel dan akan dihadiri oleh Wapres Gibran," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA.
Menurutnya, Apel Kesiapsiagaan ini juga menunjukkan bahwa BAZNAS selama ini telah mengabdikan diri untuk membantu masyarakat yang terkena bencana.
"Kami ingin melibatkan semua komponen masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan akan banyak orang yang berpartisipasi, berempati, dan bersimpati terhadap saudara-saudara yang terkena bencana dari unsur-unsur keagamaan yang dikoordinasikan oleh BAZNAS RI," ucapnya.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. menyampaikan bahwa sebanyak 5000 personel kesiapsiagaan bencana BAZNAS ini terdiri atas Relawan BTB dari 30 Provinsi dan 360 Kabupaten/Kota, tenaga medis dan non-medis Rumah Sehat BAZNAS dari 22 Kabupaten dan 11 Provinsi, serta OPD Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran zakat dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan umat, khususnya melalui dua program prioritas BAZNAS, yaitu BTB dan RSB," ujar Saidah.
Saidah menjelaskan bahwa saat ini BTB telah terbentuk di 30 provinsi dan 360 kota/kabupaten, siap untuk merespons setiap bencana yang terjadi. Sementara RSB telah memiliki 22 titik layanan di 16 provinsi, yang siap memberikan layanan kesehatan gratis bagi mustahik.
Melalui Rakornas BTB dan RSB 2024, lanjut Saidah, BAZNAS berharap dapat terus mengoptimalkan penyaluran zakat untuk penanggulangan bencana dan peningkatan pelayanan kesehatan mustahik di seluruh Indonesia.
Saidah menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk terus meningkatkan peran serta dalam membantu pemerintah menanggulangi bencana dan memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu.
"Dengan kerja sama yang solid antara BAZNAS pusat, BAZNAS daerah, pemerintah daerah, serta mitra strategis, program BTB dan RSB diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam penanggulangan bencana dan penyediaan layanan kesehatan berkualitas di seluruh Indonesia," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., menyampaikan bahwa Apel Kesiapsiagaan yang diikuti oleh 5000 personel ini merupakan yang terbanyak di Jawa Tengah.
"Kami bersyukur karena ini akan menjadi momen di mana betul-betul menunjukkan kesiapsiagaan kita. BAZNAS selalu hadir, dan telah memiliki banyak pengalaman dalam menangani bencana. Insya Allah kami siap untuk mensupport kegiatan ini. Kami juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Jawa Tengah," ujar Ahmad Darodji.
BERITA15/02/2025 | Dihadiri 5000 Peserta, BAZNAS RI Gelar Apel Kesiapsiagaan dan Rakornas BTB-RSB 2024
BAZNAS RI Targetkan Penambahan Rumah Sehat untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Mustahik pada 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berencana meningkatkan jumlah Rumah Sehat BAZNAS (RSB) pada tahun 2025 guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia.
Plt Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh, mengungkapkan rencana ini dalam acara Pengajian Selasa Pagi bertema “Program Pembinaan dan Pengembangan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Tahun 2025,” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada Selasa (10/12/2024).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menjelaskan bahwa 2025 menjadi momentum untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan melalui Rumah Sehat BAZNAS sebagai bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan terpadu.
“Rumah Sehat BAZNAS telah menjadi tempat pengobatan dan edukasi kesehatan yang menjangkau masyarakat prasejahtera di berbagai daerah. Dengan tambahan fasilitas dan tenaga medis profesional, kami berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan menyentuh lebih banyak penerima manfaat,” ujar Nadratuzzaman.
Siti Masturoh menyebutkan bahwa pihaknya telah menyusun daftar lokasi prioritas untuk pembangunan Rumah Sehat BAZNAS baru, yang akan diajukan untuk mendapat persetujuan dalam rapat pleno pimpinan.
“Untuk tahun 2025, kita sudah memiliki waiting list Rumah Sehat BAZNAS, tapi belum mendapat persetujuan di dalam pleno pimpinan. List-list ini akan segera kami ajukan kepada pimpinan apakah disetujui atau tidak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Siti Masturoh menambahkan bahwa beberapa Rumah Sehat BAZNAS sedang dalam tahap penyelesaian, seperti Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran yang telah mencapai 70 persen dan dijadwalkan siap diresmikan pada awal 2025.
“Alhamdulliah di 2024 ini masih ada yang dalam proses pembangunan seperti di Riau, Sarolangun, dan Pesawaran. Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran sudah 70 persen dan insyaAllah sudah bisa launching pada awal tahun 2025,” katanya.
Berdasarkan data per Oktober 2024, terdapat 22 Rumah Sehat BAZNAS di 16 provinsi di seluruh Indonesia, yang memberikan layanan kesehatan tingkat klinik pratama rawat jalan dan rawat inap.
“Jumlah SDM Rumah Sehat BAZNAS saat ini di seluruh Indonesia sekitar 318 orang terdiri atas 65 dokter, 133 tim medis, dan 120 non medis. Kami berharap program ini bisa memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat banyak,” tambah Siti Masturoh.
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Bantu Bersihkan Musala dan Rumah Warga Korban Banjir Sukabumi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), melaksanakan aksi resik atau pembersihan di sejumlah musala dan rumah warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemulihan lingkungan dan meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan bahwa bencana ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah warga, infrastruktur, dan fasilitas umum. Selain itu, sisa material banjir dan longsor yang menumpuk dapat mengancam kesehatan masyarakat.
“Tim BAZNAS segera bergerak menuju lokasi bencana, meskipun akses menuju titik terdampak cukup sulit. Dengan penuh dedikasi, tim terus membuka jalur agar dapat memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Aksi bersih-bersih dilakukan di Kampung Warung Nangka, Kecamatan Curug Luhur, yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Dalam kegiatan ini, tim membersihkan lumpur, sampah, dan material lain yang terbawa arus banjir.
“Aksi ini bertujuan untuk memulihkan lingkungan sekaligus meminimalisir risiko penyakit yang dapat timbul akibat genangan air, lumpur, dan sampah yang terakumulasi,” jelas Saidah.
Selain itu, ia menambahkan bahwa BAZNAS sedang mempersiapkan berbagai layanan kemanusiaan tambahan untuk mendukung masyarakat dalam proses pemulihan. “Kami berharap upaya ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dan mengembalikan kondisi lingkungan mereka,” tambahnya.
Anggota BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang berada di lokasi bencana, Indra Azi, menjelaskan bahwa aksi resik dimulai sejak Kamis, 5 Desember 2024, dan melibatkan berbagai titik lokasi terdampak.
“Saat ini, kami fokus pada pembersihan material yang terbawa arus banjir di wilayah Kampung Warung Nangka. Semoga langkah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memulihkan lingkungan mereka,” ungkap Indra.
Melalui aksi ini, BAZNAS menunjukkan komitmennya untuk mendukung masyarakat terdampak bencana dengan respons cepat dan layanan langsung. Diharapkan, upaya ini tidak hanya membantu meringankan beban fisik, tetapi juga memberikan semangat kepada masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana.
“Semoga setiap langkah bantuan yang diberikan membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutup Saidah Sakwan.
BERITA15/02/2025 | Humas
Kolaborasi BAZNAS dan Nobby Official Optimalkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Nobby Official meluncurkan program khusus untuk mendukung masyarakat Palestina. Program ini memanfaatkan hasil penjualan produk Ghazia Collection selama bulan Desember, di mana seluruh keuntungan akan disalurkan melalui BAZNAS RI.
Peluncuran program berlangsung di Gedung BAZNAS RI, baru-baru ini. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI Fitriansyah Agus Setiawan, yang mewakili Pimpinan BAZNAS Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, serta perwakilan dari Nobby Official, termasuk Direktur dan Founder Unilahwati serta Komisaris Sapari.
Perwakilan BAZNAS RI menekankan bahwa program ini menjadi salah satu cara inovatif dalam menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk mendukung masyarakat Palestina. Dengan langkah ini, BAZNAS berharap masyarakat semakin terdorong untuk berpartisipasi membantu sesama.
Kolaborasi ini sekaligus mencerminkan budaya kedermawanan masyarakat Indonesia yang telah diakui dunia. Selama lima tahun terakhir, Indonesia dikenal sebagai negara paling dermawan, dan program seperti ini memperkuat posisi tersebut dengan menyalurkan dukungan ke tingkat global.
Dari pihak Nobby Official, kerja sama ini dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya memperluas manfaat produk mereka tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk berdonasi secara praktis melalui pembelian produk Ghazia Collection. Seluruh keuntungan penjualan produk tersebut akan didedikasikan sepenuhnya untuk masyarakat Palestina.
Dengan adanya program ini, kedua pihak berharap dapat memberikan dampak positif dan keberkahan, baik bagi pembeli maupun penerima manfaat. Program ini menjadi langkah nyata dalam menunjukkan kepedulian kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan di Palestina.
BERITA15/02/2025 | Humas
Subhan Cholid Resmi Menjadi Sestama BAZNAS RI, Gantikan Muchlis Hanafi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar acara Pisah Sambut Sekretaris Utama (Sestama) BAZNAS RI, di Gedung BAZNAS Matraman, Jakarta, pada Selasa (31/12/2024).
H. Subhan Cholid, Lc, MA., resmi mengemban jabatan Sestama BAZNAS RI, menggantikan Dr. H. Muchlis M. Hanafi, Lc, MA. yang diberi amanah baru menjadi Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen PHU Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Sebagai Sestama BAZNAS RI Periode 2022-2024, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, Lc, MA. telah menorehkan berbagai capaian di antaranya perbaikan tata kelola BAZNAS, juga memperluas kerja sama baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, mengapresiasi peran dan kontribusi Muchlis M Hanafi, yang telah menjalankan tugasnya dengan baik selama di BAZNAS, serta berhasil menorehkan banyak prestasi. Bersama Muchlis M Hanafi, program penguatan yang dicanangkan BAZNAS berada di jalur yang tepat.
Selain itu, Noor yakin, tongkat estafet akan mampu dijalankan dengan baik oleh Subhan Cholid, lantaran memiliki rekam jejak yang mumpuni dan sangat berkualitas.
"Kita mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Muchlis Hanafi karena selama dua tahun satu bulan Pak Muchlis Hanafi telah mendampingi kita. Apa yang telah dilakukan Pak Muchlis Hanafi sangat berperan besar terhadap kemajuan tata kelola lembaga kita," kata Kiai Noor.
Kiai Noor mengatakan, penguatan BAZNAS secara kelembagaan yang sudah dibangun, diharapkan dapat diteruskan dengan baik. Sehingga, mampu menguatkan peran BAZNAS sebagai pengelola zakat, infak, dan sedekah secara nasional dan internasional.
"Apa yang sudah dilakukan mendorong perbaikan tata kelola di BAZNAS, memperluas kerja sama nasional dan internasional agar zakat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan global dan ekonomi," katanya.
Sementara itu, Muchlis M Hanafi bersyukur dengan segala pengalaman yang didapatnya selama mengabdi di BAZNAS RI. Menurut Muchlis, menjadi sekretaris utama BAZNAS tak hanya sekadar jabatan, namun juga merupakan panggilan kemanusiaan.
"Alhamdulillah, ini bukan hanya tentang serah terima jabatan namun menjadi refleksi dan juga keberlangsungan BAZNAS sebagai lembaga kebanggaan kita semua, tidak terasa dua tahun satu bulan berlalu dengan cepat sejak 4 November 2022 hingga 4 Desember 2024 saya merasakan bahwa amanah ini lebih dari sekadar jabatan, ini adalah panggilan kemanusiaan," kata Muchlis.
Sementara itu, Sestama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc, MA. optimistis mampu meneruskan kinerja luar biasa dari Muchlis. Menurut Subhan, dengan lingkungan BAZNAS yang baik dan memiliki pengalaman mumpuni, dia yakin BAZNAS yang usianya melebihi dua dekade ini sudah menjadi organisasi pembelajar yang sangat luar biasa.
"Kita bisa saling menguatkan, bersinergi, dan berkolaborasi. Mudah-mudahan kita bisa membawa BAZNAS ini menjadi lebih baik lagi. Di tengah pimpinan dan sahabat-sahabat yang hebat, mudah-mudahan saya bisa belajar banyak dan bersama teman-teman sekalian dan pimpinan ke depan ke arah yang lebih baik," ujarnya.
"Saya mohon bimbingan arahan dari bapak pimpinan dan juga teman-teman sekalian, agar saya bisa melanjutkan apa yang sudah dirintis dan dimulai oleh para pendahulu. Saya berharap bisa menjadi pengganti yang baik dari pendahulu yang juga baik," ucap Subhan.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI, H Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof Ir H. M Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, PhD, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Keuangan dan Umum Kolonel Purnawirawan Nur Chamdani, serta Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta.
BERITA31/01/2025 | HUMAS BAZNAS RI
BAZNAS RI Luncurkan Gerakan Cinta Disabilitas di Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Gerakan Cinta Disabilitas di Yayasan Rumah Qur’an Isyaroh (RQI), Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/1/2025).
Gerakan ini turut diikuti dengan penyaluran Beasiswa Khusus Disabilitas kepada Yayasan Rumah Qur’an Isyaroh. Sebanyak 60 santri Rumah Qur'an Isyaroh turut berpartisipasi dalam acara, termasuk beberapa dari luar Bandung seperti Bogor.
Beasiswa tersebut merupakan bagian dari Program Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus BAZNAS, yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi penyandang disabilitas, masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), dan komunitas adat.
"Bersama-sama BAZNAS seluruh Indonesia, dari Rumah Qur'an Isyaroh ini kami luncurkan Gerakan Cinta Disabilitas," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Kiai Noor menegaskan, inisiatif ini merupakan wujud nyata perhatian dan keberpihakan BAZNAS terhadap kelompok disabilitas.
“Program ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana seluruh generasi bangsa Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang sama dan berkualitas, termasuk kelompok penyandang disabilitas,” tambahnya.
Lebih lanjut Kiai Noor mengatakan, "Melalui Gerakan Cinta Disabilitas, kami berharap para penyandang disabilitas dapat mengakses pendidikan yang layak, termasuk pendidikan Al-Qur’an dengan bahasa isyarat dan dapat menjadi bagian dari perubahan besar yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.”
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari 22 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Kiai Noor menekankan, pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan akses pendidikan yang lebih merata bagi kelompok ini.
"Pendidikan adalah kunci utama pemberdayaan. Melalui beasiswa ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk meraih potensi terbaik mereka," kata Kiai Noor.
Menurutnya, dengan meningkatkan akses mereka ke pendidikan berkualitas, BAZNAS dapat memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan yang kerap dialami kelompok disabilitas.
Selain itu, lanjut Kiai Noor, BAZNAS juga berkomitmen meningkatkan fasilitas pendidikan bagi penyandang disabilitas, termasuk di Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh.
"Program ini diharapkan dapat memperluas dampak positif bagi komunitas disabilitas di Indonesia, sejalan dengan misi BAZNAS untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan," kata Kiai Noor.
Kiai Noor turut mengapresiasi dedikasi Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh dalam mendidik santri penyandang disabilitas tuli. “Tidak mudah mendidik anak-anak tuna rungu sehingga mampu membaca Al-Qur'an dengan bahasa isyarat,” ucap Kiai Noor.
“Semoga melalui program ini menjadi berkah untuk kita semua. Dan Apa yang telah dilakukan Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh merupakan bentuk jihad fisabilillah yang sesungguhnya. Kami akan terus mendampingi dan memberikan semangat bagi para santri dan pengajar,” lanjutnya.
Kiai Noor juga berharap, Gerakan Cinta Disabilitas ini dapat menjadi gerakan nasional yang menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pendidikan kelompok maginal, termasuk kelompok penyandang disabilitas.
“Insya Allah, sekuat tenaga BAZNAS akan terus membersamai dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan gerakan ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh, Siti Umaya, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan BAZNAS.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan hadirnya program beasiswa ini. Selain membantu anak-anak kami belajar, program ini juga memberikan motivasi besar bagi kami untuk terus mendampingi mereka,” ujar Siti.
Siti berharap, program ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap pendidikan kelompok disabilitas.
“Semoga ikatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi teman-teman disabilitas,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si; Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri; Ketua BAZNAS Kota Bandung, Dr. Akhmad Roziqin, M.Ag.; Wakil Ketua 2 BAZNAS Kota Bandung, Irfan Farid Taufik, Lc., M.A., Ph.D; serta Wakil Ketua 4 BAZNAS Kota Bandung, Arif Ramdani, Lc., M.H.
BERITA10/01/2025 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Umumkan 10 Peserta Terbaik Boothcamp Santripreneur Kompetisi Digital Marketing Travel Haji dan Umrah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI secara resmi menutup kegiatan Boothcamp santripreneur Kompetisi Digital Marketing Travel Haji dan Umrah, serta mengumumkan 10 peserta terbaik kompetisi tersebut, yang diselenggarkan di Yayasan Pesantren Bina Cendekia, Jakarta, Jumat (10/1/2024).
Tiga peserta terbaik Boothcamp Santripreneur Kompetisi Digital Marketing Haji dan Umrah diraih oleh Asriafi Ath Tha’ariq dari Pesantren Nurul Falah Lumajang, Akiya Qidam Hayya dari Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo, dan Ridwan Hidayat dari Pesantren Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya. Para peserta juga mendapatkan bantuan modal usaha, pelatihan dan pendampingan dengan total bantuan keseluruhan senilai Rp326.000.000.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, Boothcamp Santripreneur merupakan upaya BAZNAS dalam mendampingi para penerima manfaat (mustahik) menjadi muzaki.
“Seluruh upaya yang dilakukan oleh BAZNAS itu adalah bagian dari mendampingi teman-teman semua menuju ke arah maqom (kedudukan) muzaki,” ujar Saidah.
Menurut Saidah, sejumlah upaya dilakukan BAZNAS melalui Boothcamp Santripreneur untuk meningkatkan capacity building seperti knowledge, attitude, hingga soft skill sehingga menjadi modal penting untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Setelah diajarkan, modal ini mau diapakan? Langsung mulai saja. Jadi nanti tim dari BAZNAS terutama tim Santripreneur akan memonitor teman-teman semua, bukan saja memberikan kapasitas knowledge dan skills, tapi juga modal,” ucap Saidah.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Pesantren Bina Cendekia, Drs. KH. Nur Syamsudin, MA., berharap para santri yang menjadi peserta terbaik Boothcamp Santripreneur BAZNAS RI dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dalam pelatihan selama lima hari tersebut.
“Allah tidak akan mengubah suatu kaum sampai dia mengubahnya sendiri. Jadi kalau bukan kita yang mengubah bisnis kita sendiri agar menjadi lebih baik, siapa lagi? Itulah pentingnya sebuah pelatihan agar bisa mencapai apa yang kita harapkan,” katanya.
Sebelumnya, program ini telah melibatkan 50 penerima manfaat, yang merupakan santri dan lulusan pondok pesantren dari berbagai daerah. Selama 5 hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pelatihan intensif tentang digital marketing di bidang wisata halal, khususnya travel haji dan umroh.
Berikut ini 10 peserta terbaik Boothcamp Santripreneur BAZNAS RI:
1. Asriafi Ath Tha'ariq dari Pesantren Nurul Falah Kabupaten Lumajang
2. Akiya Qidam Hayya dari Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo
3. Ridwan Hidayat dari Ponpes Shuffah Al Jama'ah Tasikmalaya
4. Faiz Alban dari Pondok Pesantren Miftahul Huda
5. Asep Syahrul Muharom dari Pesantren Miftahul Majid Almusri'
6. Muhammad Rafli dari Pesantren Darul Amien
7. Sri Wulan Wahyuni dari Pondok Pesatren Darul Huffadz Al Matin Sukabumi
8. Ahmad Ansori dari Pondok Pesantren Nurul Iman Sekincau
9. Dwi Akhmad Fauzan Saefudin dari Pondok Modern Darussalam Gontor
10. Fattah Bima Maulana dari Pondok Pesantren Sabilillah Lidah Wetan Lakarsantri Surabaya
BERITA10/01/2025 | Humas BAZNAS RI
Bersama BAZNAS RI, Nobby Official Salurkan Sedekah Penjualan Produk Ghazia Collection Rp1 Miliar untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Nobby Official dalam program sedekah penjualan produk Ghazia Collection dan menghasilkan infak sebesar Rp1.002.749.683 yang akan disalurkan bagi masyarakat Palestina.
Sebelumnya, BAZNAS RI bersama Nobby Official meluncurkan Program Sedekah Penjualan Produk selama periode bulan Desember 2024. Seluruh keuntungan hasil program sedekah penjualan produk Ghazia Collection tersebut didonasikan 100 persen kepada masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.
Secara simbolis penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (9/1/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA., Komisaris Nobby Official, Sapari, serta Direktur & Founder Nobby Official Unilahwati.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA. menyampaikan apresiasinya kepada Nobby Official dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pengumpulan donasi Kemanusiaan untuk rakyat Palestina.
“Kami sangat berterima kasih kepada Nobby Official atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS. Insya Allah, donasi ini akan kami distribusikan secara amanah untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina," kata Kiai Noor.
Kiai Noor menggambarkan penderitaan rakyat Palestina akibat kekejaman agresi penjajahan yang dilakukan oleh Israel, yang menutup hampir semua celah bantuan untuk Palestina.
"Bantuan teman-teman di Indonesia sangat dibutuhkan, bukan berarti karena besar kecilnya tapi dorongan moralnya itu luar biasa," ujar Kiai Noor.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Noor juga menjelaskan, baru-baru ini BAZNAS telah bekerja sama menyalurkan bantuan sebesar Rp7 miliar dengan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), juga melakukan kerja sama penyaluran bantuan untuk pengungsi Palestina di Yordania sebesar Rp2 miliar dengan King Hussein Cancer Center (KHCC).
Kiai Noor menyebut, total bantuan yang telah disalurkan oleh BAZNAS untuk membantu masyarakat Palestina sebesar Rp120 miliar, dan masih akan terus bertambah.
Lebih lanjut Kiai Noor mengatakan, BAZNAS akan terus berusaha memastikan setiap bantuan yang diterima dapat tersalurkan meski di situasi yang penuh tantangan ini, hingga segala bantuan benar-benar bisa bermanfaat dan tersalurkan bagi masyarakat Palestina.
Sementara itu, Komisaris Nobby Official, Sapari menyebutkan, seluruh donasi yang terkumpul merupakan hasil keuntungan dari penjualan Ghazia Collection selama periode Desember 2024 yang tersedia di 49 outlet Nobby di seluruh Indonesia.
"Akhirnya kesempatan ini datang di mana kami bisa menyerahkan bantuan secara simbolis untuk saudara-saudara kita di Palestina lewat program Hope For Palestine lewat penjualan Ghazia Collection di mana keuntungan penjualan selama bulan Desember alhamdulillah sudah terkumpul," kata Sapari.
Sapari mengatakan, penyerahan donasi kemanusiaan ini juga merupakan bentuk pertanggungjawaban Nobby Official kepada para konsumen di seluruh wilayah tanah air.
Sapari berharap, donasi yang terkumpul dapat meringankan penderitaan yang dirasakan masyarakat Palestina.
"Mudah-mudahan dana yang terkumpul ini bisa membantu meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina," harapnya.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI, Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS. M.Ec., Ph.D, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A, serta Deputi 1 BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta.
BERITA10/01/2025 | Humas BAZNAS RI
Baznas Beri Bantuan Sosial dan Pendidikan untuk Muhammad Yusuf, Anak Yatim di Pekon Negeri Agung
Talangpadang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanggamus menyalurkan bantuan sosial dan pendidikan kepada Muhammad Yusuf (6), anak yatim di Dusun Rupit, Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Tanggamus. Bantuan tersebut bertujuan meringankan beban hidup serta mendukung pendidikan Muhammad Yusuf yang saat ini memerlukan perhatian khusus. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (09 Januari 2024).
Ibnu Nyzar, perwakilan Baznas Tanggamus, menjelaskan bahwa kegiatan bantuan kali ini mencakup delapan titik dalam program darurat mustahiq. "Kami menyalurkan berbagai bantuan, termasuk beberapa kursi roda, sesuai dengan kebutuhan mendesak warga. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan semangat bagi mereka yang membutuhkan," ujar Ibnu Nyzar.
Kepala Dusun Rupit, Asmudin, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. "Kami sangat berterima kasih kepada Baznas atas perhatian dan bantuan kepada Muhammad Yusuf. Semoga beliau segera sembuh, dan kami berharap kegiatan seperti ini terus membawa manfaat untuk masyarakat," katanya.
Musriati, nenek Muhammad Yusuf, turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Baznas Tanggamus. "Bantuan ini sangat membantu keluarga kami. Namun, kami masih sangat mengharapkan bantuan dari para dermawan lainnya agar Muhammad Yusuf dapat menjalani operasi matanya dan segera sembuh," ungkapnya penuh harap.
Musriati juga menjelaskan bahwa ibu kandung Muhammad Yusuf, Nurhikmah, saat ini mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dan membutuhkan bantuan untuk mendapatkan pengobatan. "Kami sangat berharap ada pihak yang berkenan membantu pengobatan Nurhikmah, agar kondisi keluarga kami semakin membaik," tambahnya.
Program bantuan Baznas ini diharapkan menjadi inspirasi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk membantu Muhammad Yusuf dan keluarganya memperoleh pengobatan yang layak dan masa depan yang lebih cerah.
BERITA09/01/2025 | Romli
Lewat Bantuan BAZNAS RI, Usaha Keripik Tempe Yuliza Raih Omzet Rp6 Juta per Bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD) telah membantu Yuliza, seorang penerima manfaat asal Bukittinggi untuk menjalankan usaha keripik tempe di Kelurahan Campago Guguk Bulek, Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukitinggi, Sumatra Barat.
BAZNAS Microfinance Desa (BMD) adalah program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip nonprofit dalam rangka pengembangan usaha. Program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dengan memberikan akses terhadap pembiayaan produktif, seperti usaha kecil dan menengah, pertanian, peternakan, dan perikanan.
Melalui bantuan tersebut, BAZNAS RI telah meningkatkan omzet bulanan yang dicapai Yuliza sebesar Rp6.000.000, meningkat dari semula Rp3.500.000.
“Program ini adalah wujud nyata dari amanah yang telah diberikan oleh para muzaki di seluruh Indonesia. BAZNAS berkomitmen untuk terus memperkuat ekonomi umat, khususnya dengan memberikan dukungan kepada para mustahik agar mampu berdaya secara ekonomi, serta meningkatkan taraf hidup dan kemandirian mereka,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Saidah sangat mengapresiasi semangat Yuliza sebagai pelaku usaha yang telah menunjukkan tekad kuat dalam mengembangkan usaha keripik tempe ini. Usaha ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga Ibu Liza, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi di lingkungan sekitar.
“Berawal dari produksi keripik tempe yang ia mulai pasarkan pada tahun 2019, Liza memulai berjualan dengan cara penjualan per packing. Namun seiring berjalannya waktu, keripik tempenya mulai banyak peminat, sehingga mengalami peningkatan,” ucap Saidah.
Awalnya, Liza mengajukan pembiayaan dan menjadi mitra binaan BAZNAS Microfinance Desa Bukittinggi pada Desember 2023 lalu. Dengan pinjaman modal usaha sebesar Rp3.000.000, Liza membeli bahan untuk menambah produksi keripik tempenya.
Liza mengatakan, pendampingan yang diberikan oleh tim BMD dan pelatihan serta bantuan pembuatan izin produk makanan membuat produk keripik tempe yang diproduksinya sejak 2019 lalu kini memiliki ijin kesehatan dan sertifikasi halal.
Dengan produksi yang meningkat membuat Liza dapat menambah penjualan dengan cara grosir sehingga bertambah pula pelanggannya. Memiliki reseller sekitar 15 orang, tersebar luas dari dalam hingga luar kota, dari Padang hingga Pekanbaru.
“Hasil pendapatan saat ini sangat terasa manfaatnya untuk memenuhi biaya kebutuhan keluarga serta biaya pendidikan anak-anak,” ucap Liza.
“Harapan ke depannya, semoga usaha dapat terus berkembang dan mitra reseller terus bertambah. Terima kasih pada muzaki yang telah menyalurkan zakatnya, sehingg kami para UMKM bisa mendapatkan manfaatnya,” harapnya.
BERITA08/01/2025 | Humas BAZNAS RI
Perkuat Dakwah Islam, BAZNAS RI Dukung Program Pembinaan Mualaf BAZNAS Kabupaten Enrekang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung penuh program pembinaan mualaf yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sebagai upaya memperkuat dakwah Islam.
Dalam pembinaannya, BAZNAS Enrekang aktif bekerja sama dengan BAZNAS Tana Toraja untuk membantu 326 mualaf, mulai dari pembangunan masjid, penguatan dakwah Islam, hingga pembagian daging kurban setiap Idul Adha.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D menyampaikan, para mualaf merupakan salah satu prioritas utama dalam penyaluran pendayagunaan zakat karena termasuk dalam salah satu dari delapan asnaf zakat.
"Seperti yang kita tahu selain fakir dan miskin, mualaf juga merupakan salah satu asnaf yaitu penerima zakat. Sehingga kita harus sadar bahwa persoalan mualaf ini memang hal yang penting dan BAZNAS harus bisa membina para mualaf," kata Prof. Nadra saat membuka Pengajian Selasa Pagi bertema “Pola Pembinaan Mualaf di BAZNAS Enrekang” yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui BAZNAS TV, Selasa (7/1/2025).
Prof. Nadra mengungkapkan, program-program pembinaan mualaf mulai banyak di BAZNAS daerah, di antaranya di Enrekang dan Sleman. Hal ini, menurutnya, cukup bagus mengingat para mualaf perlu dikuatkan tekadnya setelah memeluk Islam.
“Di Sleman juga ada pembinaan mualaf ini. Kita bersyukur alhamdulillah sehingga di akhirat nanti kita bisa mempertanggungjawabkan kepada Allah SWT bahwa kita juga ikut membina para mualaf,” ucap Prof. Nadra.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Enrekang, drh. H. Junwar, M.Si., menambahkan, pihaknya berkomitmen penuh dalam menyukseskan program pembinaan mualaf di wilayah Enrekang untuk membantu orang-orang yang baru memeluk Islam.
“BAZNAS Enrekang memiliki komitmen yang kuat terhadap program ini, karena kami secara spesifik ditakdirkan oleh Allah SWT untuk hadir berdampingan dengan saudara-saudara kita yang masih beragama lain,” kata Junwar.
Menurut Junwar, ada beberapa tantangan yang dihadapi para mualaf di Enrekang, yaitu masifnya bantuan ekonomi dari pemuka agama sebelumnya, tekanan dari keluarga maupun teman, diskriminasi, serta merasa terasingkan.
“Di Enrekang ini jumlah mualafnya cukup banyak. BAZNAS secara aktif melakukan pendampingan kepada 326 mualaf di wilayah Enrekang. Insya Allah kita akan terus membantu para mualaf agar semakin kuat iman dan ekonomi keluarganya,” tambahnya.
BERITA07/01/2025 | Humas BAZNAS RI
Setiap Hari, BAZNAS RI Distribusikan 1.500 Makanan Siap Saji untuk Penyintas Bencana Tanah Bergerak di Sukabumi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan BAZNAS mendistribusikan paket makanan siap saji untuk para penyintas bencana tanah bergerak di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Sebanyak 1.500 paket makanan setiap harinya didistribusikan ke beberapa lokasi pengungsian dan desa terdampak, seperti di Desa Cikadu, Desa Pasir Suren, Desa Citepus, Desa Cimanggu, Desa Tonjong, Desa Buniwangi, Desa Cibodas dan Desa Jayanti.
“BAZNAS mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan darurat berupa makanan siap saji di lokasi pengungsian dan warga terdampak bencana tanah bergerak di Sukabumi. Kami terus berupaya maksimal dalam membantu para penyintas,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA., dalam keterangannya, Senin (6/1/2024).
Menurut Saidah, makanan tersebut tidak hanya disajikan di lokasi dapur umum, tetapi juga didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak lainnya.
Saidah berharap, bantuan paket makanan siap saji yang diberikan dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan para penyintas bencana.
“Semoga bantuan paket makanan siap saji ini dapat membantu meringankan kebutuhan darurat makanan bergizi bagi para penyintas bencana tanah bergerak dan longsor,” harapnya.
Tidak hanya bantuan makanan, lanjut Saidah, BAZNAS juga telah membantu membangun tiga jembatan yang terputus akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
“Insya Allah, BAZNAS memiliki komitmen untuk terus mendampingi dan membantu masyarakat di Sukabumi hingga situasi benar-benar membaik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan ini,” ucapnya.
Program Bank Makanan BAZNAS sendiri merupakan salah satu upaya memberikan akses makanan bergizi untuk masyarakat yang kekurangan dan membutuhkan melalui pendekatan kolaboratif, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban warga terdampak dengan menyediakan makanan bergizi dalam situasi darurat.
BERITA06/01/2025 | Humas BAZNAS RI

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
